Ayo Ikut Kampanye Peduli Sampah Minggu, 19 Februari 2017

Pasha bersama Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama Erwin Haricahyo (mengenakan batik lengan panjang), salah satu sponsor pembuatan tas belanja keren awet

Pasha bersama Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama Erwin Haricahyo (mengenakan batik lengan panjang), salah satu sponsor pembuatan tas belanja keren awet

Tunas Hijau mengajak kader lingkungan hidup dan individu peduli lingkungan hidup untuk bergabung dalam Kampanye Diet Kantong Plastik yang akan diselenggarakan di Taman Flora Bratang pada Minggu, 19 Februari 2017 mulai pukul 08.00 WIB. Titik kumpul di pendopo utama. 

“Ayo bergabung bersama kami melakukan kampanye kepada masyarakat pengunjung Taman Flora Bratang dan diri sendiri untuk mengurangi penggunaan kantong plastik belanja dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional,” kata Direktur Diet Kantong Plastik yang juga Runner up Pangeran Lingkungan Hidup 2017 Pasha Rizky Dwantara.

Pasha menjelaskan bahwa dalam kampanye itu akan dibagikan 500 totebag atau tas belanja non plastik yang awet dan bisa digunakan berulang kali kepada para pengunjung Taman Flora Bratang Surabaya. “Tas belanja non plastik yang akan kami bagikan untuk langsung digunakan,” kata Pasha yang juga siswa SD SAIM Surabaya.

500 tas belanja non plastik yang eksklusif itu, dijelaskan oleh Pasha, didapat dari sponsor beberapa perusahaan. “Perusahaan itu adalah PT Dharma Lautan Utama – armada pelayaran nasional, Indopenta Bumi Permai, Sent Orbit dan PT Istana Pompa. Saya mengirimkan proposal kerjasama kepada semua perusahaan itu dan juga melakukan presentasi langsung,” jelas Pasha.

Totebag atau tas belanja keren awet yang akan dibagikan kepada pengunjung Taman Flora Bratang Surabaya

Totebag atau tas belanja keren awet yang akan dibagikan kepada pengunjung Taman Flora Bratang Surabaya

Pada kampanye itu juga akan dihadirkan monster kantong plastik. Monster kantong plastik itu adalah cerminan dari banyaknya sampah kantong plastik yang selama ini dihasilkan oleh masyarakat. “Padahal kantong plastik adalah sampah plastik yang paling mudah dikurangi,” jelas Mochamad Zamroni, aktivis senior Tunas Hijau. (ron)