Minggu (19/2), Kampanye Kantong Belanja Non Plastik Yang Awet

kampanyedietplastik

Runner up Pangeran Lingkungan Hidup 2016 Pasha Rizky Dwantara dengan tas belanja bantuan sponsor yang akan dibagikan pada kampanye Hari Peduli Sampah Nasional pada Minggu, 19 Februari 2017 di Taman Flora Bratang

Pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2016, 21 Februari tahun lalu, Pemerintah Republik Indonesia menguji coba peraturan kantong plastik belanja atau kresek berbayar di retail modern. Namun, belum sampai setahun berlangsung, aturan itu tidak lagi berlaku. Kresek tidak lagi berbayar alias kembali gratis di semua retail modern. 

Menyikapi hal tersebut, Paguyuban Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup bersama Tunas Hijau akan menggelar kampanye damai penggunaan kantong belanja non plastik yang awet, yang bisa digunakan berulang kali. “Kampanye ini akan dilaksanakan Minggu, 19 Februari 2017 memperingati Hari Peduli Sampah Nasional di Taman Flora Bratang Surabaya,” kata Runner up Pangeran Lingkungan Hidup 2016 Pasha Rizky Dwantara.

Pada kampanye yang akan melibatkan anggota Paguyuban Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup ini, Pasha akan membagikan 500 tas belanja non plastik yang awet. “Tas belanja yang akan kami bagikan kepada masyarakat berbahan parasut dan awet. Tas belanja ini bisa digunakan berulang kali,” kata Pasha yang juga siswa SD SAIM Surabaya.

Dijelaskan Pasha bahwa 500 tas belanja non plastik yang awet itu didapat dari bantuan sponsor. “Ada beberapa perusahaan yang terlibat dalam pengadaan 500 tas belanja itu. Perusahaan itu adalah PT Dharma Lautan Utama – armada pelayaran nasional, Indopenta Bumi Permai, Sent Orbit dan PT Istana Pompa. Saya mengirimkan proposal kerjasama kepada semua perusahaan itu,” kata Pasha.

Monster kantong plastik juga akan dihadirkan pada kampanye ini. Monster yang dimaksud adalah cerminan dari sangat banyaknya sampah kantong plastik belanja yang setiap harinya dihasilkan masyarakat.

“Menghindari penggunaan kantong plastik belanja sekali pakai adalah cara mudah mengurangi sampah plastik,” kata Pasha yang juga Juara III Pelajar Pelopor Sekolah Dasar Surabaya 2016 ini. (ron)