Berbagi Kiat Memulai Proyek Lingkungan Hidup Siswa Bagi Guru Sekolah Dasar

43 orang guru dari 33 Sekolah Dasar Surabaya mengikuti Workshop “Memulai Proyek Lingkungan Hidup Siswa” yang diselenggarakan Tunas Hijau bagi guru Sekolah Dasar. Workshop ini diselenggarakan di Ruang Pola, lantai 3 gedung Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya, Sabtu (11/2). 

Guru-guru Sekolah Dasar peserta Workshop "Memulai Proyek Lingkungan Hidup Siswa" seusai workshop yang diselenggarakan Tunas Hijau di Bappeko Surabaya

Guru-guru Sekolah Dasar peserta Workshop “Memulai Proyek Lingkungan Hidup Siswa” seusai workshop yang diselenggarakan Tunas Hijau di Bappeko Surabaya

Workshop ini digelar untuk memberikan penjelasan kepada para guru yang umumnya pembina lingkungan hidup di sekolahnya masing-masing ini mengenai rencana pelaksanaan Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya.

“Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup bukanlah program yang menilai ketampanan dan kecantikan anak-anak. Tidak ada sama sekali aspek penilaian mengenai tampan dan cantiknya anak-anak,” kata Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni kepada seluruh peserta workshop.

Dijelaskan Zamroni bahwa aspek penilaian pada program yang digelar kali pertama pada 2002 ini adalah mengenai proyek lingkungan hidup anak dan aksi peduli lingkungan hidupnya. “Untuk mengikuti program penganugerahan ini anak-anak harus punya proyek lingkungan hidup yang sudah dimulai. Bukan yang masih rencana,” tambah Zamroni.

Para guru peserta workshop ini juga diajak melakukan simulasi mengenai cara memulai proyek lingkungan hidup. “Caranya, awali dengan mengajak siswa untuk melakukan observasi kondisi lingkungan hidup di sekolah, tempat tinggalnya atau tempat lainnya yang akan menjadi tempat pelaksanaan proyek lingkungan hidup,” jelas Zamroni.

Berikut ini adalah langkah-langkah cara memulai proyek lingkungan hidup yang dijelaskan Tunas Hijau pada workshop itu:

1.      Ajak siswa untuk melakukan observasi kondisi lingkungan hidup di sekolah, tempat tinggalnya atau tempat lainnya yang akan menjadi tempat pelaksanaan proyek lingkungan hidup;

2.      Minta siswa untuk mengamati masalah lingkungan hidup yang terjadi;

3.      Buat daftar masalah lingkungan hidup yang terjadi di tempat observasi;

4.      Pilih satu masalah lingkungan hidup; 

5.      Diskusikan kondisi ideal dari masalah lingkungan hidup yang dipilih siswa;

6.      Diskusikan daftar rencana aksi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah; lingkungan hidup atau potensi;

7.      Minta siswa menentukan rencana intensitas aksi proyek lingkungan hidup. Minta siswa menentukan hari pelaksanaan setiap pekannya. Ingatkan siswa untuk taat terhadap jadwal yang telah dibuatnya;

8.      Bentuk tim pendukung proyek;

9.      Buat dan kembangkan media promosi proyek;

10.   Sosialisasikan/minta dukungan kepada pihak terkait;

11.   Ukur capaian proyek lingkungan hidup yang dilakukan.

Sekolah yang hadir adalah SDN Sidotopo Wetan IV, SDN Jambangan I, SDN Sidotopo VIII, SDN Sidotopo IV, SDIT Al Fathimiyyah, SDN Dukuh Menanggal I, SDN Simolawang KIP, SDN Bibis 113, SDN Babatan V, SDN Morokrembangan I, SDN Klampis Ngasem I, SD Hang Tuah 7, SDN Kapasari V, SDN Kaliasin V, SDN Menanggal 601 dan SDN Rangkah V.

 

Sekolah lainnya yang hadir adalah SDN Ujung V, SDN Manukan Kulon III, SDN Kapasan V, SDN Wonokusumo V, SDN Pradah Kalikendal I, SDIT Al Uswah, SDN Sememi I, SDN Kapasari VIII, SD Darul Ulum, SDN Kaliasin VII, SDN Gading I, SDN Tanah Kelikedinding I, SDN Kaliasin I, SDN Mojo III, SDN Gunungsari I, SDN Airlangga I dan SDN Ujung IX. (ron)

Berbagi Kiat Memulai Proyek Lingkungan Hidup Siswa Bagi Guru Sekolah Dasar