Gardana dan Ailsa Roadshow Pangeran dan Puteri LH di SDN Kapasari VIII

Pangeran Lingkungan Hidup 2016 Gardana Wong Alit dan Puteri Lingkungan Hidup 2016 Ailsa Araminta Aurelia Putri Maqsudi memandu permainan ular tangga lingkungan hidup di  SDN Kapasari VIII Surabaya pada Roadshow Pangeran Puteri Lingkungan Hidup 2017, Sabtu (14/1/2017). 

Gardana dan Ailsa memandu para siswa SDN Kapasari VIII Surabaya bermain ular tangga lingkungan hidup

Gardana dan Ailsa memandu para siswa SDN Kapasari VIII Surabaya bermain ular tangga lingkungan hidup

Gardana dan Ailsa juga berbagi pengalaman mereka selama menjadi Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2016. “Kami mendapat kesempatan mendampingi Gubernur Jawa Timur Pakde Karwo beserta Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim menanam pohon pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Provinsi Jawa Timur di Pandaan,  Pasuruan,  Juli 2016 lalu,” kata Pangeran Lingkungan Hidup 2016 Gardana Wong Alit kepada sekitar 40 siswa SDN Kapasari VIII Surabaya.

Asyiknya,  dikatakan Gardana dan Ailsa, bahwa Gubernur Jatim Pakde Karwo juga mengajak dia beserta Ailsa berbincang-bincang mengenai isu lingkungan hidup pasca penanaman pohon itu. Bincang-bincang dengan Gubernur Jawa Timur itu dilakukan Gardana dan Ailsa di ruangan transit VIP sebelum orang nomor 1 di Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu melanjutkan perjalanan kembali ke Surabaya.

“Pak Gubernur Jatim memberi kesempatan kami menceritakan proyek lingkungan hidup kami sehingga kami menjadi Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2016. Saya menceritakan proyek sirih saya. Sedangkan Ara (Ailsa) bercerita mengenai proyek pengolahan sampah organik bersama masyarakat kampung nelayan Kenjeran,” terang Gardana.

Mengikuti program lingkungan hidup di Australia menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Puteri Lingkungan Hidup 2016 Ailsa Araminta dan Pangeran Lingkungan Hidup 2016. “Kami mengunjungi beberapa kota di Australia selama program Oktober 2016 lalu,” kata Ailsa Araminta.

Selama di Australia pada Oktober 2016 itu, Ailsa dan rombongan Paguyuban Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup banyak belajar mengenai lingkungan hidup, pendidikan, dan kebudayaan. “Banyak perbedaan pengelolaan lingkungan hidup antara Australia dan Indonesia. Kita gak boleh kalah dengan mereka,” kata Ailsa Araminta Aurelia Putri Maqsudi. (ron)