Peserta Pangput LH 2015 Otomotatis Nominasi Peraih Penghargaan Jam Hijau

Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2015 bagi siswa Sekolah Dasar Surabaya termasuk sangat strategis bila dibandingkan dengan pelaksanaan penganugerahan yang sama pada tahun yang sebelumnya. Pasalnya, pada penganugerahan tahun ini ada program apresiasi lingkungan hidup lain yang disasar oleh peserta. 

Pangeran Lingkungan Hidup 2014 Denny Hartanto dan Puteri Lingkungan Hidup 2014 Nafisa Sufi Nabila saat berada di Australia akhir 2014 untuk mengikuti rangkaian program lingkungan hidup

Pangeran Lingkungan Hidup 2014 Denny Hartanto dan Puteri Lingkungan Hidup 2014 Nafisa Sufi Nabila saat berada di Australia akhir 2014 untuk mengikuti rangkaian program lingkungan hidup

Program apresiasi lain yang dimaksud adalah Jam Hijau. “Sejak pertengahan pelaksanaan Surabaya Eco School 2014, Tunas Hijau meluncurkan program Jam Hijau. Yaitu program untuk mengapresiasi setiap menit aksi peduli lingkungan hidup berkelanjutan dan bukan seremoni,” kata Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni.

Jadi, peserta Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2015 bisa melaksanakan proyek lingkungan hidupnya sembari menghitung jumlah menit aksi lingkungan hidup yang digunakan. “Selanjutnya, jumlah menit yang dimanfaatkan untuk melaksanakan proyek lingkungan hidup itu dijumlah selama satu semester berselang,” tambah Zamroni.

Jam Hijau, program apresiasi jumlah menit aksi lingkungan hidup individu warga sekolah

Jam Hijau, program apresiasi jumlah menit aksi lingkungan hidup individu warga sekolah

Pada Jam Hijau, disediakan 4 jenis penghargaan individual. Ada penghargaan level perunggu (bronze) untuk 50 jam aksi hijau. Ada penghargaan level perak (silver) untuk 100 jam aksi hijau. Ada penghargaan level emas (gold) untuk 150 jam aksi hijau. Sedangkan penghargaan level tertinggi adalah platinum untuk 200 jam aksi hijau. (ron)