Pemantauan Kualitas Air Sungai Sekitar SMP Darul Ulum 1

Jombang- Agung Satria Hendrawan, salah satu siswa SMP Darul Ulum 1 Peterongan Jombang, nampak basah kuyup saat mengambil sampel air sungai di belakang sekolahnya. Pengambilan sampel air sungai ini merupakan bagian dari pemantauan kualitas air saluran (water monitoring) pada Gebyar Peduli Lingkungan Hidup di sekolahnya bersama Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2012, Minggu (3/2). 

Siswa SMP Darul Ulum 1 Peterongan Jombang melakukan pengamatan kualitas air sungai di sekitar sekolah mereka yang berada di dalam komplek Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang

Sebelum water monitoring dilakukan, para siswa diberi penjelasan mengenai proses water monitoring oleh Bram Azzaino, aktivis senior Tunas Hijau. “Dalam water monitoring kali ini, yang akan kita teliti dari air sungai ini adalah derajat keasaman atau pH, tingkat kekeruhan air atau turbidity, suhu air, serta kadar oksigen yang terkandung dalam air atau dissolved oxygen,” tutur Bram Azzaino.

“pH air itu apa sih, Kak?” tanya Safira. Bram menjelaskan bahwa pH air atau tingkat keasaman air, dimana semakin kecil angka yang ditunjukkan maka air tersebut semakin asam. “Jika tingkat keasaman air tersebut tinggi maka air tersebut berbahaya bagi makhlup hidup. Sementara lawan dari asam adalah basa. Dan air yang cocok bagi makhluk hidup adalah air yang memiliki pH netral yaitu 7 atau sekitarnya,” tambah Bram.

Sedangkan kadar oksigen terlarut dihitung untuk mengetahui kandungan oksigennya di dalam air. “Sebaiknya jumlah oksigen tersebut seimbang agar makhluk hidup di dalamnya dapat bernafas dengan baik. Jika kadar oksigen kurang, maka makhluk hidup air akan susah untuk bernafas,” terang Bram Azzaino. Sedangkan bila kadar oksigen terlarut berlebih malah akan menjadi racun bagi makhluk hidup di dalamnya.

Selanjutnya, setelah diberi beberapa pengarahan, siswa diajak untuk melakukan kegiatan water monitoring. Siswa mengambil sample air di sungai dan melakukan serangkaian penelitian air sungai tersebut. “Untuk mengecek suhu air kita lihat warna hijau di tabung ini berada di angka berapa, maka itu suhunya,” lanjut Bram.

Sedangkan untuk mengecek kekeruhan dilakukan dengan melihat indikator yang berada di dalam tabung. “Semakin kalian tidak bisa melihat indikator tersebut, maka air tersebut semakin keruh. Lalu untuk pH kita ambil sample air dari dalam tabung ke dalam tabung kecil lalu kita masukkan dua buah kapsul ini untuk mengecek pH air. pH air dapat dilihat dari warna yang muncul pada air setelah diberi kapsul ini,” terang Bram Azzaino sambil memeberi kesempatan kepada para siswa dari beberapa sekolah Jombang ini melakukannya.

Setelah melakukan serangkaian pengambilan data, siswa pun diajak untuk mengisi data yang mereka teliti pada kolom yang sudah disediakan. Sebagai upaya untuk menjaga kualitas air di saluran air, maka penggunaan sabun mandi, deterjen dan shampoo atau produk lainnya yang bermuara ke saluran air pembuangan atau sungai sangat berpengaruh. “Penggunaan produk yang ramah lingkungan hidup menjadi pilihan,” pesan Bram Azzaino. (reza/ron)