Suhdi Arifin Ingin Membuat Lebih Banyak Asbes Dengan Campuran Sampah Kertas

Suhdi Arifin dengan asbes campuran sampah kertas karyanya

Surabaya- Penggunaan kertas sangat identik digunakan di sekolah oleh siswa. Tiap hari Suhdi Arifin, finalis pangeran lingkungan hidup 2012, mendapati banyak sampah kertas dihasilkan oleh siswa di sekolahnya. Di pemukiman tempat tinggalnya, dia juga sering mendapati sampah kertas banyak dihasilkan. Mulai koran bekas, buku bekas, pembungkus semen, dan jenis sampah kertas yang lainnya. Banyaknya sampah kertas membuatnya tergerak memulai upaya pemanfaatan sampah kertas untuk serat asbes. 

“Tujuan saya melaksanakan proyek ini adalah memanfatkan sampah kertas menjadi barang yang berguna bagi lingkungan sekitar,” turur Suhdi Arifin, siswa SDN Manukan Kulon III kepada Tunas Hijau saat pemantauan II pengembangan proyek lingkungan hidup finalis pangeran dan puteri lingkungan hidup 2012 di sekolahnya.

Selama tiga pekan terakhir, Suhdi yang bercita-cita menjadi insinyur pertanian ini mengaku telah menghasilkan asbes baru yang diantara campurannya adalah sampah kertas. “Alhamdulillah saya bisa menambah jumlah asbes dalam proyek lingkungan ini selama 3 minggu terakhir. Saat ini, total ada 4 asbes yang berhasil saya buat. Saya berharap bisa membuat lebih banyak lagi asbes,” ujar Suhdi kepada Tunas Hijau.

Suhdi Arifin saat membimbing teman-temannya cara membuat asbes dengan campuran sampah kertas

Momen pemantauan II pengembangan proyek lingkungan hidup ini dia manfaatkan untuk mengajari teman-temannya di sekolah tentang cara pembuatan asbes dengan campuran sampah kertas. Dengan cukup cekatan, siswa kelahiran 13 Oktober 2001 ini membimbing teman-temannya cara membuat asbes. “Bahan yang dibutuhkan adalah koran bekas atau sampah kertas lainnya, air, kasting, semen, kalsium, dan bahan cetak,” kata Suhdi sambil memperagakan cara pembuatannya.

Suhdi menyampaikan bahwa asbes merupakan serat mineral silica yang bersifat fleksibel, tahan lama dan tidak mudah terbakar. “Umumnya asbes banyak digunakan untuk bahan bangunan. Jika senyawa asbes lepas maka serat asbes akan masuk ke udara dan bertahan dalam waktu yang lama. Penggunaan senyawa silica ini yang bisa digantikan dengan kertas bekas,” terang Suhdi Arifin.

Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup ini adalah program yang dikhususkan bagi siswa sekolah dasar. Pada program ini anak-anak diajak peduli lingkungan hidup dengan menjalankan proyek lingkungan hidup yang tidak sehari selesai dan menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup. Program ini diselenggarakan oleh Tunas Hijau dan didukung oleh Pemerintah Kota Surabaya, AHASS Honda 0843 Linda Jaya dan PT. Dharma Lautan Utama. (ron)